Selasa, 23 September 2014

Makna Dan Arti Burung Garuda Pancasila

Makna dan arti Burung Garuda Pancasila

o       Mempunyai nilai filosofis bentuk fisik yang gagah & kuat, kelincahan, keuletan, kecerdasan, kewaspadaan, kegesitan serta sifat pantang menyerah yang semuanya menggambarkan Negara Indonesia yang besar & kuat.
o       Warna keemasan pada burung Garuda melambangkan keagungan dan kejayaan. 
o      Garuda memiliki paruh, sayap, ekor, dan cakar yang melambangkan kekuatan dan tenaga pembangunan. 
o      Jumlah bulu Garuda Pancasila melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Yaitu  :

Pada dua pasang sayap mempunyai 17 helai bulu melambangkan tanggal.
Pada bulu ekor terdapat 8 helai bulu melambangkan bulan.
Pada pangkal ekor terdapat 19 helai bulu melambangkan 2 angka depan tahun.
Pada leher terdapat 45 helai bulu melambangkan 2 angka terakhir tahun. 

Makna dan arti Perisai Garuda Pancasila

v    Perisai atau tameng sejak lama di kenal sebagai alat pertahanan dari serangan senjata musuh dalam peradaban Indonesia sebagai bagian senjata pertahanan yang mempunyai nilai filosofis perjuangan, pertahanan, dan perlindungan diri untuk mencapai tujuan.

v     Garis tebal di tengah-tengah perisai yang melukiskan garis khatulistiwa yang menggambarkan lokasi Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu negara tropis yang dilintasi garis khatulistiwa membentang dari timur ke barat.

v     Merah putih sebagai warna dasar perisai melambangkan warna dari bendera kebangsaan Indonesia 'merah-putih'. Pada tengah mempunyai warna dasar hitam mengandung filosofi sifat jantan dan kesatria. 

v     Lima buah ruang pada perisai yang mewujudkan dasar negara Pancasila, dengan rincian sebagai berikut : 


- Sila Pertama: 
Ketuhanan Yang Maha Esa dilambangkan dengan Bintang bersudut lima yang bercahaya berlatar hitam sebagai simbol Kekuasaan Tuhan YME atas semesta raya. 



- Sila Kedua: 
Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dilambangkan dengan tali rantai bermata bulat dan persegi yang saling mengikat di bagian kiri bawah perisai berlatar merah, simbol dari kesetiakawanan, kebersamaan, toleransi, simpati, empati dan kegotong royongan. 




- Sila Ketiga:
 Persatuan Indonesia dilambangkan dengan pohon beringin kokoh di bagian kiri atas perisai berlatar putih, sebagai simbol persatuan, keterpaduan, sinergi & kerja sama dari semua elemen penunjang kehidupan sehingga melahirkan batang tubuh yang kuat, yang terus tumbuh.



- Sila Keempat:
 Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan dilambangkan dengan kepala banteng di bagian kanan atas perisai berlatar merah, sebagai simbol kerakyatan yang dijiwai musyawarah jiwa kerjasama sebagai mahkluk sosial.




- Sila Kelima:
 Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia dilambangkan dengan padi dan kapas di bagian kanan bawah perisai berlatar putih, sebagai simbol kesejahteraan dan kemakmuran.

Makna dan arti Bhineka Tunggal Ika
  • Kedua cakar Garuda Pancasila mencengkeram sehelai pita putih bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika" berwarna hitam, merupakan kutipan dari Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular. Terjemahan harafiah dari kalimat Bhinneka Tunggal Ika  "Beraneka Satu Itu", yang bermakna 'meskipun berbeda-beda tetapi pada hakikatnya tetap adalah satu kesatuan', bahwa di antara beraneka ragam suku, bahasa, agama, budaya dan adat istiadat  bangsa Indonesia adalah satu kesatuan. 
  • Semboyan Bhinneka Tunggal Ika ini digunakan untuk menggambarkan persatuan dan kesatuan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam budaya, bahasa daerah, ras, suku bangsa, agama dan kepercayaan.

  • - Kata "bhinneka" mempunyai makna berbeda-beda.
    - Kata "tunggal" berarti satu.
    - Kata "ika" berarti itu atau jua/ juga.






Fase - Fase Demam Berdarah

    Setelah gejaja awal demam berdarah dikenali, kita juga sebaiknya mengetahui fase-fase demam berdarah supaya bisa mengambil langkah untuk menangani penderita dengan baik. Pada fase awal, biasanya agak susah untuk membedakan demam berdarah dengan tifus. Sehingga biasanya kita diminta menunggu sambil mengonsumsi obat tertentu. Ketika gejala awal demam berdarah lebih jelas, barulah diberi penanganan lebih khusus.
Demam berdarah - Farizbaiquni.blogspot.com
Fase-fase demam berdarah


     Jika anda kesulitan melihat gejala demam berdarah, baik pada penderita dewasa atau anak-anak, sebaiknya segera bawa ke dokter maupun rumah sakit. Jangan sekali-kali memeriksakan si pasien pada orang yang tidak paham pada bidang kesehatan. Demam berdarah tidak bisa ditangani dengan sembarangan dengan hanya mengandalkan pengetahuan dasar seadanya. Pada keadaan awal hari-hari pertama demam berdarah mulai menyerang, lumayan sukar untuk mengenali-nya. Namun jangan ambil resiko..Jika memang kondisi si penderita sangat menghawatirkan. Jangan ragu-ragu untuk segera memeriksanya. Konsultasikan pada dokter sesegera mungkin maupun langsung ke rumah sakit. Biasanya si penderita akan diambil darahnya untuk dicek kondisi trombosit si penderita. Jika memang trombosit si pasien dibawah ambang normal. Maka kemungkinan bahwa si penderita mengalami demam berdarah.Anda juga perlu mengerti apa itu trombosit. Hal ini dapat ditanyakan langsung kepada dokter maupun saat pengambilan hasil cek darah.

Fase-fase Demam Berdarah :

  • Hari 1-3 Fase demam tinggi. Pada fase demam berdarah yang pertama ini terjadi pada hari ke 1 - 3 dan ditandai dengan demam yang mendadak tinggi disertai sakit kepala, badan terasa ngilu dan nyeri, mual. Seringkali disertai dengan bintik merah di kulit yang tidak hilang saat kulit diregangkan. Pada beberapa kasus yang terjadi, bahkan ditemukan adanya nyeri tenggorokan, infeksi pada farings (tenggorokan) dan juga pada konjungtiva (selaput yang melindungi kornea mata), anoreksia, mual dan muntah.
  • Hari 4-5 Fase kritis. Pada fase kedua demam berdarah ini terjadi pada hari ke 4 - 5. Fase ini ditandai dengan demam yang mulai menurun disertai dengan penurunan kadar trombosit dalam darah dan fase ini seringkali mengecohkan karena seolah-olah demamnya turun dan penyakitnya sembuh. Namun inilah yang disebut Fase Kritis Demam Berdarah dan kemungkinan terjadinya Dengue Shock Sindrome DSS. Pada fase ini dapat terjadi pendarahan hidung, mulut, kulit pucat dan dingin, serta terjadi penurunan kesadaran.
  • Hari 6-7 Fase penyembuhan. Pada fase ini terjadi pada hari ke 6 - 7. Dalam fase penyembuhan ini keadaan umum dari penderita mulai membaik. Keadaan umum penderita membaik, nafsu makan pulih kembali , hemodinamik (peredaran darah) stabil dan diuresis (frekuensi kencing) membaik dan akan kembali normal. Dan pada saat ini akan jauh lebih baik bila penderita diberikan gizi yang baik untuk meningkatkan keadaannya serta juga meningkat kadar daripada trombositnya.

     Beberapa penelitian terakhir mengenai demam berdarah menyebutkan bahwa gejala bintik merah di kulit tidak selalu muncul. Sehingga diperlukan pengamatan yang lebih cermat untuk melakukan diagnosa penyakit musiman yang selalu membawa korban setiap tahunnya ini.


Semoga post mengenai fase demam berdarah ini membantu. Salam Sehat.