Jumat, 05 Februari 2016

Proses Pencernaan Protein dalam Tubuh Manusia

Protein adalah salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh sebagai bahan baku energi, pembentukan dan perbaikan sel, sintesis hormon, enzim, dan antibodi, serta banyak lagi. Protein dapat ditemukan di dalam bahan pangan seperti biji-bijian, ikan, telur, daging, susu, dan lain sebagainya. Untuk mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang, setiap hari kita harus mengkonsumsi protein sebanyak 0.8 - 1.0 gram per-kg berat badan. Adapun saat dikonsumsi, di dalam tubuh, protein mengalami perombakan menjadi asam amino melalui serangkaian proses. Proses pencernaan protein dalam tubuh manusia tersebut dapat dijelaskan oleh skema berikut ini :


Proses Pencernaan Protein
Sama seperti proses pencernaan lemak dan karbohidrat , protein juga hanya dapat diserap tubuh manusia jika sudah diurai dalam bentuk yang sederhana. Penguraian protein dalam sistem pencernaan manusia melibatkan seluruh organ pencernaan dan kerja dari enzim-enzim protease melalui serangkaian proses. Rangkaian dari proses pencernaan protein dalam tubuh manusia tersebut dimulai dari rongga mulut.

1. Rongga Mulut dan Kerongkongan
Di rongga mulut, proses pencernaan protein melibatkan kerja gigi dan ludah. Gigi dalam hal ini berfungsi untuk memperkecil ukuran makanan sedangkan ludah berguna dalam mempermudah lewatnya makanan yang dikunyah untuk melewati kerongkongan. Baik di rongga mulut, maupun dalam kerongkongan, protein secara khusus belum mengalami proses pencernaan yang sebenarnya.

2. Lambung
Di lambung, protein yang tertampung akan bereaksi dengan enzim pepsin yang berasal dari getah lambung. Enzim pepsin sendiri hanya akan terbentuk jika asam lambung (HCl) menemukan protein dan  melakukan penguraian rangkaiannya. Penguraian rangkaian protein dalam lambung secara biokimia akan menstimulasi pepsin pasif menjadi pepsin aktif.
Enzim pepsin memecah ikatan protein menjadi gugus yang lebih sederhana, yaitu pepton dan proteosa. Kedua gugus ini merupakan polipeptida pendek yang masih belum dapat diabsorpsi oleh jonjot usus.

3. Usus Halus
Polipeptida pendek yang dihasilkan dari reaksi enzim pepsin dan protein kemudian akan bercampur dengan enzim protease (erepsin) di dalam usus halus. Protease berasal dari pankreas yang disalurkan ke usus halus melalui dinding membran. Protease mengandung beberapa prekursor yang antara lain prokarboksipeptidase, kimotripsinogen, tripsinogen, proelastase, dan collagenase. Masing-masing prekursor protease ini akan menghidrolisis polipeptida menjadi jenis asam amino yang berbeda-beda.
  • Prokarboksipeptidase menguraikan asam amino dari ujung karboksil polipeptida.
  • Kimotripsinogen menguraikan ikatan peptida menjadi asam amino methionine, tryptophan, tyrosine, asparagine, phenylalanine, dan histidine.
  • Tripsinogen menguraikan ikatan peptida menjadi asam amino arginine dan lysine.
  • Proelastase dan collagenase menguraikan polipeptida menjadi tripeptida dan polipeptida yang lebih kecil.
  • Setelah protein berhasil diurai menjadi asam amino, selanjutnya jonjot usus yang terdapat pada dinding usus penyerapan (ileum) akan menyerap asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan protein untuk dikirimkan melalui aliran darah ke seluruh sel-sel di tubuh kita.
4. Usus Besar dan Anus
Jika asam amino yang dihasilkan dari proses pencernaan protein memiliki jumlah yang berlebih, asam amino tersebut kemudian akan dirombak menjadi senyawa-senyawa seperti amoniak (NH3) dan amonium (NH4OH). Pada tahap selanjutnya, semua senyawa ini kemudian dibuang melalui saluran kencing atau bersama dengan feses.

Demikianlah pemaparan mengenai proses pencernaan protein di dalam tubuh manusia. Ternyata proses pencernaan protein membutuhkan tahapan yang sangat banyak, tahapan yang bahkan sama sekali tidak kita sadari sebelumnya. Oleh karena itu, proses ini juga merupakan salah satu bukti bahwa Sang Pencipta telah mengatur semuanya di tubuh kita. Karena tentu tidak mungkin bukan, jika proses yang rumit tersebut terjadi tanpa ada yang mengaturnya.

Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari :http://www.ebiologi.com/2015/10/proses-pencernaan-protein-dalam-tubuh-manusia.html (silahkan kunjungi ebiologi.com)

Proses Pencernaan Lemak dalam Tubuh Manusia

Protein adalah salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh sebagai bahan baku energi, pembentukan dan perbaikan sel, sintesis hormon, enzim, dan antibodi, serta banyak lagi. Protein dapat ditemukan di dalam bahan pangan seperti biji-bijian, ikan, telur, daging, susu, dan lain sebagainya. Untuk mencukupi kebutuhan gizi yang seimbang, setiap hari kita harus mengkonsumsi protein sebanyak 0.8 - 1.0 gram per-kg berat badan. Adapun saat dikonsumsi, di dalam tubuh, protein mengalami perombakan menjadi asam amino melalui serangkaian proses. Proses pencernaan protein dalam tubuh manusia tersebut dapat dijelaskan oleh skema berikut ini.
Proses Pencernaan Lemak
Proses pencernaan lemak memakan waktu yang relatif lebih lama dibandingkan dengan proses pencernaan karbohidrat maupun pencernaan protein. Susunan molekul lemak yang panjang serta ikatan yang kuat antar molekul lemak menjadi penyebabnya. Namun, meski relatif lama dicerna, tubuh tetap perlu dan membutuhkan senyawa ini untuk beberapa hal diantaranya :
- Sebagai cadangan energi dalam bentuk sel lemak.
- Sebagai komponen struktural penyusun membran sel.
- Sebagai penopang fungsi senyawa organik.
- Sebagai katalisator dalam penyerapan vitamin A, D, E dan K oleh tubuh.
- Sebagai penahan goncangan dan pelindung bagi organ vital tubuh.

Pencernaan Lemak oleh Tubuh
Makanan-makanan yang mengandung lemak dicerna oleh tubuh melalui serangkaian tahapan panjang, baik secara mekanis maupun kimiawi. 

1. Rongga Mulut
Proses pencernaan lemak mula-mula terjadi di rongga mulut. Gigi melakukan fungsinya dalam meremahkan dan menghaluskan lemak secara mekanis, sedangkan kelenjar air ludah yang terdapat di bagian bawah lidah menghasilkan enzim lipase lingual yang berfungsi untuk meminimalkan ukuran lemak agar lebih halus secara kimiawi. 

2. Esofagus dan Lambung
Setelah dikunyah, makanan yang mengandung lemak akan ditelan dan melewati esophagus secara cepat. Di bagian organ ini, lemak tidak sama sekali mengalami proses apapun. Ia hanya lewat untuk kemudian masuk ke dalam lambung.

Di dalam lambung, lemak akan bercampur dengan bahan makanan lain untuk kemudian digiling secara mekanis melalui gerak kontraksi lambung dan secara kimiawi melalui penambahan asam lambung (HCl) yang diproduksi oleh dinding lambung.

3. Usus Halus
Proses Pencernaan Lemak dalam Tubuh Manusia + Skema
Proses pencernaan lemak yang sebenarnya terjadi di usus halus. Menyadari bahwa suatu zat hanya dapat dicerna jika terlarut dalam air, sedangkan lemak atau minyak tidak bisa bercampur dengan air, maka untuk dapat mencerna bahan satu ini proses emulsifikasi lemak mutlak diperlukan. 

Proses emulsifikasi sendiri terjadi ketika lemak masuk ke usus dua belas jari. Masuknya lemak ke organ ini, secara biologis akan membuat kantung empedu menghasilkan cairannya. Cairan yang disekresikan hepatosit hati ini adalah zat yang mampu mengemulsikan lemak dan merubah ukurannya menjadi 300 kali lebih kecil dari ukuran semula. Dengan bantuan enzim lipase dari pankreas, emulsi lemak kemudian dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol. Keduanya akan bereaksi dengan garam empedu untuk kemudian menghasilkan butir-butir lemak (micel) yang siap diabsorpsi oleh usus kosong (jejunum) dan usus penyerapan (ileum).

Secara difusi pasif, butir-butir lemak akan diserap oleh membran mukosa di dinding usus kosong dan usus penyerapan. Butir-butir lemak ini kemudian dibawa dan disalurkan melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

4. Usus Besar dan Anus
Orang dewasa umumnya dapat mencerna dan menyerap lemak maksimal 95% dari keseluruhan makanan yang dikonsumsinya. Adapun 5% lemak yang tidak diserap akan mengalir menuju usus besar untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh melalui feses.

Demikianlah pemaparan mengenai proses pencernaan lemak di dalam tubuh manusia mulai dari tahapan di rongga mulut hingga ekresinya melalui anus. Sudah cukup jelas bukan? Semoga bermanfaat.

Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari :http://www.ebiologi.com/2015/10/proses-pencernaan-lemak-dalam-tubuh.html (silahkan kunjungi ebiologi.com)

Proses Pencernaan Kabohidrat dalam Tubuh Manusia

Karbohidrat adalah senyawa penting yang dibutuhkan manusia sebagai sumber tenaga (energi) bagi tubuh. Karbohidrat dapat ditemukan dalam beberapa jenis makanan seperti nasi, jagung, tepung, singkong, kentang dan lain sebagainya. Dengan mengkonsumi makanan-makanan tersebut, tubuh akan memiliki tenaga dan kekuatan untuk dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Adapun dalam metabolismenya, karbohidrat melalui serangkaian tahapan dalam proses pencernaan tubuh. Proses pencernaan karbohidrat tersebut terjadi secara bertahap, mulai dari rongga mulut, kerongkongan, lambung hingga anus. Ingin tahu seperti apa proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh manusia tersebut? Simak pemaparan berikut ini!
Karbohidrat - Farizbaiquni.blogspot.com
Proses Pencernaan Karbohidrat
Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun dari unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Senyawa ini dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida (glukosa dan fruktosa), disakarida (sukrosa dan maltose), dan polisakarida (amilum, glikogen, dan selulosa). Ketiga kelompok senyawa karbohidrat tersebut dicerna oleh organ sistem pencernaan secara bertahap. Berikut ini tahapan proses pencernaan karbohidrat tersebut mulai dari rongga mulut.
Karbohidrat - Farizbaiquni.blogspot.com

1. Rongga Mulut
Proses pencernaan karbohidrat dimulai dari rongga mulut. Makanan yang mengandung karbohidrat dikunyah di dalam rongga mulut sehingga bercampur dengan air ludah. Air ludah mengandung enzim amilase, enzim yang berfungsi mengurai karbohidrat menjadi glukosa. Adapun jika pengunyahan dilakukan lebih lama, oleh amilase karbohidrat umumnya langsung diubah menjadi maltosa. Perlu diketahui bahwa amilase berkerja optimal pada pH ludah netral.

2. Tenggorokan
Setelah melalui pencernaan mekanis yang dilakukan gigi dan pencernaan kimiawi yang dilakukan ludah, karbohidrat kemudian ditelan masuk dan melewati tenggorokan (esofagus). Pada organ ini, proses pencernaan karbohidrat sama sekali tidak terjadi. Ia hanya lewat dengan mudah dalam hitungan detik karena saluran esofagus sangat licin akibat cairan mucus yang dihasilkan dindingnya.

3. Lambung
Dari tenggorokan, karbohidrat langsung diterima lambung untuk kemudian diolah dan dicampurkan dengan asam lambung (HCl) yang bersifat korosif. Pencampuran karbohidrat, asam lambung, dan makanan lain terjadi dengan bantuan gerakan kontraksi lambung. Proses ini membuat karbohidrat menjadi lebih cair dan hancur. Cairan karbohidrat yang bercampur dengan makanan lain ini kemudian disebut dengan istilah chymus. [Baca : Sistem Pencernaan pada Hewan Ruminansia]

4. Usus Halus
Proses pencernaan karbohidrat di usus halus melalui beberapa organ penting yang masing-masing memiliki peranan yang berbeda. Organ tersebut antara lain:

a. Usus 12 Jari (Duodenum)
Chymus yang mengandung karbohidrat yang berasal dari lambung diteruskan ke usus 12 jari (duodenum) untuk kemudian dicerna lebih lanjut. Proses pencernaan karbohidrat dalam usus 12 jari dilakukan secara kimiawi menggunakan enzim amilopsin atau enzim amilase yan dihasilkan dari getah pankreas. Enzim ini memecah amilum yang belum sempat terurai sempurna di rongga mulut untuk menjadi disakarida.

b. Usus Kosong (Jejunum)
Setelah melalui usus 12 jari, proses pencernaan karbohidrat yang telah berwujud disakarida ini kemudian dilanjut oleh organ selanjutnya, yakni usus kosong (jejunum). Di dalam organ ini, disakarida dipecah menjadi monosakarida dengan bantuan enzim-enzim disakaridase (maltase, laktase, dan sukrase) yang terdapat pada getah usus halus hasil sekresi dinding-dindingnya. Pemecahan disakarida tergantung pada jenis dan jumlahnya, yaitu:
- Maltosa menjadi 2 mol glukosa dengan bantuan enzim maltase
- Laktosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa dengan bantuan enzim laktase
- Sukrosa menjadi 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa dengan bantuan enzim sukrase

c. Usus Penyerap (Ileum)
Setelah melalui usus kosong, monosakarida-monosakarida hasil penguraian enzim disakaridase kemudian diserap oleh dinding ileum atau usus penyerap. Serapan monosakarida ini lalu diabsorpsi dan diangkut sistem sirkulasi darah lewat vena porta dan disalurkan ke seluruh tubuh menjadi energi yang siap digunakan.

5. Usus Besar dan Anus
Ampas makanan yang sari karbohidrat-nya telah diserap oleh usus halus, selanjutnya berlalu menuju usus besar. Ampas ini kemudian menjadi substrat potensial yang difermentasi oleh beberapa mikroorganisme di dalam usus besar, sebelum akhirnya dibuang melalui anus.

Demikianlah pemaparan mengenai proses pencernaan karbohidrat dalam tubuh manusia beserta skema penjelasan lengkapnya. Dapat kita ambil kesimpulan bahwa pencernaan karbohidrat dalam tubuh ternyata melalui tahapan yang sangat panjang sebelum akhirnya ia dapat digunakan untuk membangun energi kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari :http://www.ebiologi.com/2015/10/proses-pencernaan-karbohidrat-dalam-tubuh.html (silahkan kunjungi ebiologi.com)

Saluran Pencernaan Hewan Ruminansia


Sistem pencernaan hewan ruminansia dikategorikan sebagai salah satu sistem pencernaan hewan yang cukup unik. Makanannya yang berupa rumput atau tumbuhan sehingga tersusun atas banyak bahan selulosa yang sulit dicerna membuat sistem pencernaan pada hewan ruminansia memiliki struktur khusus. Berbeda dengan sistem pencernaan pada hewan karnivora dan omnivora, hewan-hewan yang tergolong ruminansia murni seperti sapi, kambing, kelinci, dan domba dapat mengunyah makanannya hingga dua fase. Ingin tahu mengenai seperti apa keunikan lebih lanjut sistem pencernaan hewan ruminansia? Simak pembahasan yang telah eBiologi.com buat berikut ini!
Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia

Ditinjau dari cara makan dan sistem pencernaannya, hewan ruminansia atau hewan memamah biak termasuk hewan yang unik. Mereka dapat mengunyah atau memamah makanannya yang berupa rerumputan melalui 2 fase. Fase pertama terjadi saat awal kali mereka makan, makanannya itu hanya dikunyah sebentar dan masih kasar. Mereka kemudian menyimpan makanannya itu dalam rumen lambung . Selang beberapa waktu saat lambung sudah penuh, mereka kemudian mengeluarkan makanan yang dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus. Baru kemudian setelah halus, makanan tersebut masuk ke dalam rumen lambung lagi.
Farizbaiquni.blogspot.com

Proses dan Saluran Sistem Pencernaan Hewan Ruminansia
Menyadari bahwa jenis makanannya tersusun atas selulosa yang sulit dicerna, hewan ruminansia memiliki saluran sistem pencernaan khusus. Adapun organ-organ pada saluran sistem pencernaan hewan ruminansia berikut ini telah beradaptasi jenis makanan alaminya.

1. Rongga Mulut (Cavum Oris)
Dalam rongga mulut hewan ruminansia, terdapat 2 organ sistem pencernaan yang memiliki fungsi penting, yaitu gigi dan lidah. Gigi ruminansia berbeda dengan susunan gigi mamalia lain. Gigi seri (insisivus) memiliki bentuk yang sesuai untuk menjepit makanan berupa rumput, gigi taring (caninus) tidak berkembang sama sekali, sedangkan gigi geraham belakang (molare) memiliki bentuk datar dan lebar. 

2. Kerongkongan (Esofagus)
Esofagus atau kerongkongan adalah saluran organ penghubung antara rongga mulut dan lambung. Di saluran ini, makanan tidak mengalami proses pencernaan. Mereka hanya sekedar lewat sebelum kemudian digerus di dalam lambung. Esofagus pada hewan ruminansia umumnya berukuran sangat pendek yaitu sekitar 5 cm, namun lebarnya mampu membesar (berdilatasi) untuk menyesuaikan ukuran dan tekstur makanannya.

Farizbaiquni.blogspot.com

3. Lambung
Setelah melalui esofagus, makanan akan masuk ke dalam lambung. Lambung pada hewan ruminansia selain berperan dalam proses pembusukan dan peragian, juga berguna sebagai tempat penyimpanan sementara makanan yang akan dikunyah kembali. Ukuran ruang dalam lambung hewan ruminansia bervariasi tergantung pada umur dan makanannya. Yang jelas ruangan lambung tersebut terbagi menjadi 4 bagian yaitu rumen (80%), retikulum (5%), omasum (7–8%), dan abomasum (7–8%). 

a. Rumen (Perut Besar)
Mula-mula makanan yang melalui kerongkongan akan masuk ke dalam rumen. Makanan ini secara alami telah bercampur dengan air ludah yang sifatnya alkali dengan pH ± 8,5. 
Rumen berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara bagi makanan yang telah ditelan. Setelah rumen terisi cukup makanan, sapi akan beristirahat sembari mengunyah kembali makanan yang dikeluarkan dari rumen ini.

Di dalam rumen, populasi bakteri dan Protozoa menghasilkan enzim oligosakharase, hidrolase, glikosidase, amilase, dan enzim selulase. Enzim-enzim ini berfungsi untuk menguraikan polisakarida termasuk selulosa yang terdapat dalam makanan alami mereka. enzim pengurai protein seperti enzim proteolitik dan beberapa enzim pencerna lemak juga terdapat di sana.

b. Retikulum (Perut Jala)
Di retikulum, makanan diaduk-aduk dan dicampur dengan enzim-enzim tersebut hingga menjadi gumpalan-gumpalan kasar (bolus). Pengadukan ini dilakukan dengan bantuan kontraksi otot dinding retikulum. Gumpalan makanan ini kemudian didorong kembali ke rongga mulut untuk dimamah kedua kalinya dan dikunyah hingga lebih sempurna saat sapi tengah beristirahat.

c. Omasum (Perut Buku)
Setelah gumpalan makanan yang dikunyah lagi itu ditelan kembali, mereka akan masuk ke omasum melewati rumen dan retikulum. Di dalam omasum, kelenjar enzim akan membantu penghalusan makanan secara kimiawi. Kadar air dari gumpalan makanan juga dikurangi melalui proses absorpsi air yang dilakukan oleh dinding omasum. 

d. Abomasum (Perut Masam)
Abomasum adalah perut yang sebenarnya karena di organ inilah sistem pencernaan hewan ruminansia secara kimiawi bekerja dengan bantuan enzim-enzim pencernaan. Di dalam abomasum, gumpalan makanan dicerna melalui bantuan enzim dan asam klorida. Enzim yang dikeluarkan oleh dinding abomasum sama dengan yang terdapat pada lambung mamalia lain, sedangkan asam klorida (HCl) selain membantu dalam pengaktifan enzim pepsinogen yang dikeluarkan dinding abomasum, juga berperan sebagai desinfektan bagi bakteri jahat yang masuk bersama dengan makanan. Seperti diketahui bahwa bakteri akan mati pada Ph yang sangat rendah. 

4. Usus Halus dan Anus
Setelah makanan telah halus, dari ruang abomasum makanan tersebut kemudian didorong masuk ke usus halus. Di organ inilah sari-sari makanan diserap dan diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh. Selanjutnya ampas atau sisa makanan keluar melalui anus. 

demikianlah pembahasan mengenai proses dan saluran dalam sistem pencernaan hewan ruminansia. Dari pemaparan tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa dalam mencerna makanan, hewan ruminansia sangat mengandalkan kerja pencernaan mekanis melalui rongga mulut dan pencernaan kimiawi melalui kerja pada lambung. 

Terima Kasih atas kunjungannya, Semoga bermanfaat.
Artikel ini bersumber dari : http://www.ebiologi.com/2015/10/sistem-pencernaan-hewan-ruminansia.html



Senin, 01 Februari 2016

Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar, Bekerja, dan Ibadah

      Malas adalah kondisi diri yang tidak bergairah dalam menjalankan sesuatu. Rasa malas adalah penyakit paling mengerikan yang dapat menghambat kesuksesan seseorang. Jika Anda membuat rencana untuk membangun usaha dari nol dengan matang-matang, kemudian saat berusaha malah tersandung dengan rasa malas, hal tersebut akan menghambat kesuksesan Anda.
     Banyak orang tidak berhasil akibat dirinya tidak mampu menolak rasa malas tersebut, begitupun sebaliknya. Biasanya orang yang sukses itu tidak pernah berhenti mencoba, berusaha mencari titik kesalahan dan selalu semangat ketika menjalankan sesuatu. Disini bisa jadi karena latar belakang orang tersebut seperti apa, bagi yang tingkat perekonomiannya  tinggi sangat sulit untuk memotivasi diri menjadi lebih baik, oleh karenanya orang-orang yang seperti ini sangat mudah bermalas-malasan karena sudah terlanjur enak hidupnya. Beda dengan yang memulai hidup dari nol, pasti terbangun motivasi yang sangat kuat untukmenjadi orang hebat.
cara menghilangkan rasa malas

Cara Menghilangkan Rasa Malas


Malas adalah hal yang wajib untuk diperhatikan, jika tidak maka bisa membawa dampak negatif terhadap karir, pendidikan bahkan kesehatan Anda. Oleh karena itu tepat pada postingan ini saya ingin mengulas sedikit cara mengatasi rasa malas
Untuk mempersingkat waktu, berikut ini cara mengatasi rasa malas yang bisa Anda terapkan:

Cara Menghilangkan Rasa Malas Belajar

1. Menata Hidup

Rasa malas terkadang muncul akibat pola hidup yang tidak teratur dan berantakan. Kita ambil contoh seseorang yang tidak merapikan tempat tidur ketika bangun pagi, membersihkan ruangan kerja, meja kerja yang mana material penumpangnya tidak tertata rapi, penyimpanan dokumen atau arsip yang tidak terorganisir, catatan yang berantakan, dan masih banyak lagi.
Jika sudah demikian dan telah berlangsung lama tanpa disadari akan membuat diri Anda menanam rasa malas yang akut, oleh karenanya mulai sekarang pastikan bahwa segala sesuatu yang berantakan dalam hidup Anda disusun atau ditata menjadi lebih rapi dan teratur. Buatlah jadwal kegiatan harian Anda sedetil mungkin, dan jika Anda melihat suatu benda yang berantakan, beranikan diri untuk mengembalikan posisi benda tersebut ke tempat yang semestinya.

2. Kerjakan Hal Yang Sulit Dipagi Hari


Pagi hari adalah jam - jam dimana otak berkonsentrasi tinggi dan tubuh lagi berkobar semangatnya. Biasakan ketika Anda bangun pagi, sarapan, dan mandi, langsung kerjakan hal yang menurut Anda sulit di pagi hari. Jangan ditunda hingga siang hari, apalagi sampai larut malam.
Jika banyak menunda sesuatu tentu akan menumpuk beban pikiran dan pekerjaan, ujung-ujungnya Anda menjadi malas untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan yang lebih parahnya lagi, di esok harinya pula Anda bisa lebih malas karena pekerjaan dihari sebelumnya belum terselesaikan.

3. Hilangkan Kebiasaan Duduk di Sofa atau Berbaring di Tempat Tidur sebelum Waktu Istirahat

Apabila kiranya masih ada beberapa tugas yang harus diselesaikan, maka percepat pengerjaannya. Disamping itu jangan pernah Anda duduk di sofa untuk meluruskan kaki atau berbaring di ranjang, meski alasannya untuk beristirahat sejenak.
Tanpa Anda sadari, kegaitan tesebut dapat memancing rasa malas yang benar-benar sulit untuk diusir, apalagi jika Anda duduk di sofa sambil nonton TV, tugas Anda yang semestinya selesai hari ini malah terbengkalai akibat Anda sudah lebih dulu beristirahat sebelum waktunya.

4. Berikan Motivasi Pada Diri Sendiri

Anda harus bisa memotivasi diri untuk menjauhi rasa malas. Seperti misalnya Anda perlu mandi pagi di hari libur, biasanya rasa malas sering muncul dengan berbagai alasan. Disaat seperti ini Anda tidak bisa mengikuti keinginan buruk tersebut, yakinkan diri bahwa mandi di pagi hari meski saat libur adalah hal yang wajib dan mempunyai manfaat positif terhadap diri Anda.
Dengan begitu maka lambat laun rasa malas akan pergi dan Anda akan mengerjakan hal yang tadinya terasa sulit menjadi lebih ikhlas atau sukarela. Jika masih belum bisa, minta bantuan orang terdekat untuk memotivasi Anda agar dapat mengusir rasa malas.

5. Pede Untuk Menghadiahi Diri Sendiri

Setiap Anda berhasil mengerjakan sesuatu tanpa didampingi rasa malas, jangan sungkan untuk memberikan hadiah kecil kepada diri Anda sendiri. Seperti misalnya Anda bisa bangun pagi tanpa bermalas-malasan, beri ucapan selamat pada diri Anda dan berikan sesuatu pada diri Anda karena berhasil mengatasi rasa malas tersebut.
Katakan pada diri Anda setiap kali berhasil menjalani suatu kegiatan tanpa rasa malas: “Apabila saya berhasil menyelesaikan pekerjaan ini tepat waktu, saya akan mencicipi makanan favorit berupa ....... di ........ sebagai hadiah untuk diri saya sendiri”.

6. Olahraga rutin

Olahraga merupakan kebutuhan pokok setiap manusia, jika setiap hari Anda rajin berolahraga maka rasa semangat yang tertanam dalam tubuh seakan tak ada habisnya. Rasa malas juga bisa terjadi akibat tubuh kekurangan asupan nutrisi berupa vitamin dan kurangnya olahraga. 
Maka dari itu, dalam sehari luangkan sedikit waktu, misalnya di pagi hari untuk berolahraga ringan seperti jogging selama 15 menit. Jika tidak ingin bosan, dalam seminggu bisa Anda variasikan dengan berenang, main futsal bareng teman ataupun jenis olahraga menyenangkan lainnya.
" Tidak ada orang yang bodoh di dunia ini. Kebodohan ini kita ciptakan sediri dari kemalasan"

Saat belajar, rasa ngantuk dan malas terkadang juga ikut serta untuk mengambil alih konsentrasi Anda. Tapi Anda tak perlu khawatir karena tips mengatasi rasa malas ketika belajar juga ada, berikut ini diantaranya: 

7. Malas Belajar Karena Ngantuk

Jika dalam belajar Anda mulai merasa ngantuk, caranya mudah. Anda hanya perlu membasuh muka dengan air dingin atau jika tubuh terasa gerah bahkan berkeringat, hentikan sejenak proses belajar Anda lalu mandi, sehabis mandi lanjutkan kembali hingga materi pelajaran yang sedang Anda bahas selesai.

8. Ganti Posisi Duduk

Jika Anda mulai tidak nyaman dengan posisi duduk Anda. Berdirilah selama beberapa detik, kemudian duduk kembali dan rubah posisi duduk dari yang sebelumnya. Jika perlu, sangat dianjuirkan untuk mengganti bangku atau kursi Anda.

9. Pindah Lokasi Belajar

Ruangan yang digunakan untuk belajar berjam-jam akan memicu rasa malas dan bosan. Maka dari itu segera siasati dengan berpindah lokasi belajar, misalnya Anda beralih dari kamar tidur ke ruang tamu, tapi jangan sampai ke dapur, memangnya mau masak. 

10. Relaksasi

Otak yang dipaksa terus menerus bisa terbebani dan lama-lamaan dapat membuyarkan konsentrasi. Untuk mengatasi rasa penat tersebut, Anda bisa melakukan relaksasi atau penyegaran selama beberapa menit. Misalnya mendengarkan musik klasik, jalan-jalan di taman yang udaranya sejuk atau memandangi ombak di pantai bagi Anda yang tinggal di pesisir.

11. Sambil Makan Cemilan

Agar suasana belajar Anda menjadi lebih menyenangkan, selingi kegiatan belajar dengan aktivitas lain seperti makan cemilan sehat. Siapkan beberapa buah pisang ataupun apel dimeja belajar Anda, ketika membaca buku dan memahami materi, selingi dengan makan buah tersebut. Pergerakan di mulut akan membuat otak Anda tidak terfokus pada pelajaran saja, jadinya rasa bosan tidak mudah muncul.

12. Rubah Pola Belajar

Jika Anda terbiasa belajar dengan cara menghapalkan isi buku bukan memahaminya, segera rubah sistem belajar Anda. Atau bisa juga Anda melakukan cara lain yang lebih menyenangkan, misalnya mencari alternatif lain dalam belajar seperti mendengarkan materi pelajaran melalui media audio visual (DVD, Laptop atau tape recorder).

Cara Menghilangkan Rasa Malas Ibadah

Sholat adalah ibadah yang wajib ditunaikan oleh seorang kaum muslimin dan muslimah (islam). Jika menyengaja untuk meninggalkan sholat dosanya sangatlah besar. Tetapi salah satu alasan yang membuat seseorang menjadi tidak sholat adalah rasa malas yang ditiupkan oleh setan. Anda tak usah risau, berikut ini ada tips untuk mengatasi rasa malas yang muncul saat ingin sholat:

13. Tanamkan Niat

Segala sesuatu dapat terjadi karena didasari dengan, baik perbuatan positif ataupun negatif. Saat Anda hendak menjalankan ibadah wajib yang harus dikerjakan oleh umat islam, niatkan dalam hati bahwa Anda ingin mendapatkan pahala, dan pikirkan juga bahwa meninggalkan sholat itu dosa besar dimana ganjarannya adalah api neraka yang sangat panas.

14. Imbangi Dengan Kebiasaan

"Seseorang menjadi bisa karena terbiasa", pepatah tersebut sangat tepat untuk mewakili faktor keberhasilan seseorang. Jika Anda pria, biasakan untuk sholat di masjid atau musholla dekat rumah, lama kelamaan aktivitas ini akan tertanam kuat didalam hati sehingga menjadi kebiasaan yang sangat sulit ditinggalkan.

15. Jangan Menunda Waktu Sholat

Jangan bilang nanti ketika mendengar seruan Allah. Walau Anda sedang mengerjakan pekerjaan yang statusnya sulit, hentikan beberapa saat untuk menyembah Allah. Ketika sholat hati dan pikiran menjadi lebih tenang, disamping itu tanpa disadari pekerjaan Anda akan cepat terselesaikan karena muncul berbagai inspirasi setelah Anda mengerjakan sholat.
Rasa malas juga tak jarang hinggap pada diri ketika bekerja. Rasa malas ini tidak boleh dibiarkan berlama-lama mengganggu Anda, segera usir dengan tips mengatasi rasa malas dalam bekerja berikut ini.

16. Basuh Muka

Seperti yang telah dijelaskan berikutnya, cara paling cepat untuk mengusir rasa ngantuk yang akhirnya memicu malas adalah membasuh muka. Dengan membasuh muka maka otot  menjadi lebih rileks, wajah dan otak terasa lebih segar sehingga siap untuk melahap pekerjaan yang belum terselesaikan.

17. Hirup Udara Pagi

Udara pagi masih segar karena belum tercampur oleh polutan dari asap kendaraan bermotor dan pabrik. Jadi, jika Anda ingin membuat tubuh lebih bersemangat sebelum bekerja. Bermeditasi selama beberapa menit di pagi hari, sangat dianjurkan melakukannya sebelum jam 06:30 pagi.


18. Tengok  Teman Anda Yang Sukses


Mengamati teman yang sukses karena dirinya giat dan tekun dalam bekerja bisa membuat Anda ikut ulet dalam mengerjakan sesuatu. Jangan ragu juga untuk menanyakan apa saja hal yang memotivasi teman Anda sehingga bisa sukses seperti sekarang.

Cara Menghilangkan Rasa Malas Berolahraga

Olahraga sangat baik untuk menunjang kesehatan tubuh Anda dari luar. Maka dari itu jangan biarkan rasa malas menahan keinginan Anda untuk berolahraga, berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengusir rasa malas saat berolahraga.

19. Lakukan di Rumah

Jika Anda tidak ada waktu luang untuk fitness atau nge-gym, kenapa tidak melakukannya sendiri dirumah? Sudah banyak tutorial di Internet perihal terkait membentuk tubuh ideal di rumah, yang terpenting Anda tekun dan konsisten dalam menjalankannya.

20. Cari  Tempat Fitnes Yang Cocok

Jika Anda sudah menjadi member di salah satu pusat kebugaran di daerah Anda, terkadang ada saja alasan yang membuat Anda malas untuk pergi ke tempat tersebut sewaktu-waktu.
Masalah tersebut dapat terjadi, mungkin dikarenakan faktor lingkungan dan jenis latihan yang sudah tidak cocok lagi. And then, carilah tempat tempat fitness lain yang berisi orang-orang baru juga.

21. Jangan Mudah Bosan

"Keep it fresh" itulah prinsip yang harus Anda tuangkan dalam diri ketika ingin berolahraga. Karena jika sudah bosan, alasan menarik apapun yang akan Anda peroleh dari berolahraga tidak akan mengembalikan keinginan atau mood Anda untuk berolahraga. Atau bisa juga Anda mencari jenis olahraga lain yang lebih menantang, sehingga dapat memacu adrenalin.

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari : http://cakrawalasehat.blogspot.co.id/