Sabtu, 06 Februari 2016

Jenis - Jenis Puisi Lama Beserta Contohnya

Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia. (Herman Waluyo). Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). (Sumardi).

Pengertian lain dari puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat (James Reevas). Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal (Thomas Carlye). Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan (Pradopo). Puisi merupakan bentuk  pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan (Herbert Spencer)

Jenis Puisi 
1.    Puisi lama
2.    Puisi baru

PUISI LAMA
Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama
  • Ciri puisi lama:

Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis-jenis puisi lama

1. Mantra 
adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2. Karmina 
adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:

Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

3. Seloka 
adalah pantun berkait.
Contoh:

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

4. Gurindam 
adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:

Kurang pikir kurang siasat     (a)
Tentu dirimu akan tersesat    (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang  (b)
Bagai rumah tiada bertiang     (b)
Jika suami tiada berhati lurus  (c)
Istri pun kelak menjadi kurus   (c)

5. Syair 
adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:

Pada zaman dahulu kala   (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana    (a)

6. Talibun 
adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:

Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjala
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
artikel ini bersumber dari : 
- http://www.planetxperia.tk/2014/03/pengertian-puisi-struktur-puisi-dan.html

- https://hunhaunahanah2nj.wordpress.com/2013/03/12/jenis-jenis-puisi/

Jumat, 05 Februari 2016

Jenis - Jenis Puisi Beserta Contohnya


Jenis Puisi - Farizbaiquni.blogspot.com

Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya. Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia. (Herman Waluyo). Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif). (Sumardi).

Pengertian lain dari puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat (James Reevas). Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal (Thomas Carlye). Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan (Pradopo). Puisi merupakan bentuk  pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan (Herbert Spencer)

Jenis Puisi 
1.    Puisi lama
2.    Puisi baru

Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
  • Jumlah kata dalam 1 baris
  • Jumlah baris dalam 1 bait
  • Persajakan (rima)
  • Banyak suku kata tiap baris
  • Irama
  • Ciri puisi lama:

Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya. Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan.Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.

Jenis-jenis puisi lama

1. Mantra 
adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib.
Contoh:

Assalammu’alaikum putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil, kemari
Aku menyanggul rambutmu
Aku membawa sadap gading
Akan membasuh mukamu

2. Karmina 
adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek.
Contoh:

Dahulu parang sekarang besi (a)
Dahulu sayang sekarang benci (a)

3. Seloka 
adalah pantun berkait.
Contoh:

Lurus jalan ke Payakumbuh,
Kayu jati bertimbal jalan
Di mana hati tak kan rusuh,
Ibu mati bapak berjalan

4. Gurindam 
adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat.
Contoh:

Kurang pikir kurang siasat     (a)
Tentu dirimu akan tersesat    (a)
Barangsiapa tinggalkan sembahyang  (b)
Bagai rumah tiada bertiang     (b)
Jika suami tiada berhati lurus  (c)
Istri pun kelak menjadi kurus   (c)

5. Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.
Contoh:

Pada zaman dahulu kala   (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana    (a)

6. Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris.
Contoh:

Kalau anak pergi ke pekan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjala
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu

Puisi Baru
Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.

Ciri-ciri Puisi Baru :
  • Bentuknya rapi, simetris;
  • Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
  • Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
  • Sebagian besar puisi empat seuntai;
  • Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
  • Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.

Jenis-jenis Puisi Baru Menurut isinya

1. Balada 
adalah puisi berisi kisah/cerita. Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya. Contoh: Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak”.

2. Himne 
adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Ciri-cirinya adalah lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau almamater (Pemandu di Dunia Sastra). Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernapaskan ketuhanan.
Contoh:

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
menitikkan darah dari tangan dan kaki
dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
mengenal-Mu tersalib di datam hati.

                                            (Karya : Saini S.K)

3. Ode 
adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum.
Contoh:

Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantun keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia

                                             (Karya : Asmara Hadi)

4. Epigram 
adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Epigram berasal dari Bahasa Yunani epigramma yang berarti unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan.
Contoh:

Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.

                                              (Karya : Iqbal)
5. Romansa
adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih. Berasal dari bahasa Perancis Romantique yang berarti keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesra

7. Elegi 
adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Berisi sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang.
Contoh:

Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

                                                        (Karya : Chairil Anwar)
8. Satire
adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Berasal dari bahasa Latin Satura yang berarti sindiran; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim etc)
Contoh:

Aku bertanya
tetapi pertanyaan-pertanyaanku
membentur jidat penyair-penyair salon,
yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
sementara ketidakadilan terjadi
di sampingnya,
dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
termangu-mangu dl kaki dewi kesenian.

                                                  (Karya  : WS Rendra)

JENIS - JENIS PUISI BARU DARI BENTUKNYA

1. Distikon
adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas dua baris (puisi dua seuntai).
Contoh:

Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh

                                                (Karya : Or. Mandank)

3.Terzina
 puisi yang tiap baitnya terdiri atas tiga baris (puisi tiga seuntai).
Contoh:

Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari

                                                  (Karya : Sanusi Pane)

4. Kuatrain
puisi yang tiap baitnya terdiri atas empat baris (puisi empat seuntai).
Contoh :

Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu

                                                   (Karya : A.M. Daeng Myala)

5.Kuint
 adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas lima baris (puisi lima seuntai).
Contoh :

Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan

                                                        (Karya : Or. Mandank)

6. Sektet
adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas enam baris (puisi enam seuntai).
Contoh:

Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhent dari bernapas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih

                                                       (Karya : Ipih)

7.Septime
adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas tujuh baris (tujuh seuntai).
Contoh:

Indonesia Tumpah Darahku
Duduk di pantai tanah yang permai
Tempat gelombang pecah berderai
Berbuih putih di pasir terderai
Tampaklah pulau di lautan hijau
Gunung gemunung bagus rupanya
Ditimpah air mulia tampaknya
Tumpah darahku Indonesia namanya

                                                           (Karya : Mohammad Yamin)

8. Oktaf / Stanza
adalah puisi yang tiap baitnya terdiri atas delapan baris (double kutrain atau puisi delapan seuntai).
Contoh:

Awan
Awan datang melayang perlahan
Serasa bermimpi, serasa berangan
Bertambah lama, lupa di diri
Bertambah halus akhirnya seri
Dan bentuk menjadi hilang
Dalam langit biru gemilang
Demikian jiwaku lenyap sekarang
Dalam kehidupan teguh tenang

                                                      (Karya : Sanusi Pane)

9. Soneta
adalah puisi yang terdiri atas empat belas baris yang terbagi menjadi dua, dua bait pertama masing-masing empat baris dan dua bait kedua masing-masing tiga baris. Soneta berasal dari kata sonneto (Bahasa Italia) perubahan dari kata sono yang berarti suara. Jadi soneta adalah puisi yang bersuara. Di Indonesia, soneta masuk dari negeri Belanda diperkenalkan olehMuhammad Yamin dan Roestam Effendi, karena itulah mereka berdualah yang dianggap sebagai ”Pelopor/Bapak Soneta Indonesia”. Bentuk soneta Indonesia tidak lagi tunduk pada syarat-syarat soneta Italia atau Inggris, tetapi lebih mempunyai kebebasan dalam segi isi maupun rimanya. Yang menjadi pegangan adalah jumlah barisnya (empat belas baris).
Contoh:

Gembala
Perasaan siapa ta ‘kan nyala ( a )
Melihat anak berelagu dendang ( b )
Seorang saja di tengah padang ( b )
Tiada berbaju buka kepala ( a )
Beginilah nasib anak gembala ( a )
Berteduh di bawah kayu nan rindang ( b )
Semenjak pagi meninggalkan kandang ( b )
Pulang ke rumah di senja kala ( a )
Jauh sedikit sesayup sampai ( a )
Terdengar olehku bunyi serunai ( a )
Melagukan alam nan molek permai ( a )
Wahai gembala di segara hijau ( c )
Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau ( c )
Maulah aku menurutkan dikau ( c )

Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
artikel ini bersumber dari : 
- http://www.planetxperia.tk/2014/03/pengertian-puisi-struktur-puisi-dan.html
- https://hunhaunahanah2nj.wordpress.com/2013/03/12/jenis-jenis-puisi/

Proses Daur Air dan Penjelasannya

Air adalah senyawa penting yang mendukung adanya kehidupan di alam semesta. Tanpa air, manusia hewan, dan tumbuhan tak akan bisa hidup. Adapun ketersediaan air di bumi ini dapat terus terjaga karena adanya kerja alam melalui daur air. Daur air atau disebut juga dengan istilah daur hidrologi berjalan secara sistematis melalui beberapa proses interaksi antara komponen abiotik dalam ekosistem. Berikut ini eBiologi.com telah membahas daur air dan penjelasannya untuk kita pelajari bersama.

Daur Air : Proses dan Penjelasannya
Daur air adalah salah satu daur biogeokimia yang terjadi di bumi ini. Daur air adalah daur pergerakan air melalui tiga fase (gas, cair dan padat) di dalam empat lapisan bumi yakni atmosfer, litosfer, hidrosfer dan biosfer. Daur air memiliki banyak manfaat yaitu mengatur suhu lingkungan, mengatur perubahan cuaca, menciptakan hujan, dan menciptakan keseimbangan dalam biosfer bumi. 

Adapun dalam daur air ini, air melalui 7 proses yang berjalan secara sistematis dan beraturan. Ketujuh proses tersebut meliputi evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, pengendapan, limpasan (runoff), dan infiltrasi.

Daur Air - Farizbaiquni.blogspot.com


Proses 1: Evaporasi

Daur air dimulai dari proses evaporasi. Evaporasi adalah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi karena adanya energi panas dari matahari.  Air dalam bentuk cair dari beragam sumber air (seperti laut, danau, sungai, tanah, dan lain sebagainya) berubah menjadi uap air dan naik ke atas lapisan atmosfer. Semakin besar energi panas matahari yang sampai ke permukaan bumi, maka laju eveporasi juga akan semakin besar.

Proses 2 : Transpirasi

Selain berasal dari sumber air langsung, penguapan dalam daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuhan. Penguapan semacam ini disebut juga dengan istilah transpirasi. Akar tanaman menyerap air dan mendorongnya ke daun untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Air hasil fotosintesis ini kemudian dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air.

Langkah 3: Sublimasi

Terlepas dari penguapan, sublimasi juga berkontribusi dalam pembentukan air uap di udara. Sublimasi adalah proses di mana es berubah menjadi uap air tanpa lebih dulu berada dalam fase cair. Sumber utama air dari proses sublimasi adalah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan, dan es di pegunungan. Dalam daur air, sublimasi merupakan proses yang lebih lambat dari penguapan.

Proses 4: Kondensasi

Ketika air menguap menjadi uap air, ia akan naik ke lapisan atas atmosfer. Di ketinggian tertentu, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil karena karena pengaruh suhu udara yang rendah. Proses ini disebut kondensasi. Partikel-partikel es tadi akan saling mendekati satu sama lain, bersatu kemudian membentuk awan dan kabut di langit.

Langkah 5: Pengendapan (presipitasi)

Awan (uap air yang terkondensasi) kemudian turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh angin panas atau perubahan suhu. Jika suhu sangat rendah (di bawah 0 derajat), tetesan air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melalui salah satu proses dalam daur air ini, air kemudian masuk kembali ke lapisan litosfer.
Gambar Daur Air


Langkah 6: Limpasan

Limpasan adalah proses di mana air mengalir di atas permukaan bumi. Air berpindah dan bergerak menuju tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air seperti sungai dan got hingga kemudian masuk ke danau, laut, dan samudra. Pada tahap daur air ini air masuk kembali ke lapisan hidrosfer.

Langkah 7: Infiltrasi

Setelah hujan, tidak semua air ikut melalui tahap limpasan. Beberapa di antara mereka bergerak jauh ke dalam tanah. Air ini disebut air infiltrasi. Air merembes ke bawah dan menjadi air tanah.

Nah, melalui 7 proses itulah daur air berlangsung secara terus menerus. Tanpa adanya daur air, keseimbangan ekosistem tidak akan bisa tercapai karena sebaran air tidak merata.


Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari : http://www.ebiologi.com/2015/06/daur-air-tahapan-proses-dan-gambar.html (silahkan kunjungi ebiologi.com. Jika anda menyukai mata pelajaran Biologi disana artikelnya lengkap)

Contoh Ekosistem Alami dan Buatan

Contoh ekosistem alami dan contoh ekosistem buatan adalah 2 hal yang sering ditanyakan oleh guru kita terkait dengan pembelajaran biologi pada bab ekosistem. Tak sedikit siswa yang masih bingung jika diberi pertanyaan ini. Mereka yang sudah mengerti pengertian ekosistem sekalipun, belum tentu bisa menjawab pertanyaan tentang contoh-contoh ekosistem tersebut. Nah, menyadari hal tersebut, pada kesempatan kali ini eBiologi.com akan membahas hal tersebut untuk kita pelajari bersama.
Ekosistem - Farizbaiquni.blogspot.com
Contoh Ekosistem Alami 
Berdasarkan pada pengertiannya, ekosistem alami dapat didefinisikan sebagai ekosistem yang terbentuk dengan sendirinya oleh proses alam yang berlangsung dalam jangka waktu lama. Ekosistem alami terbagi ke dalam 2 macam, yaitu ekosistem darat dan ekosistem perairan. Berikut ini adalah contoh ekosistem alami dari 2 macam ekosistem tersebut:
  • Ekosistem laut adalah contoh ekosistem alami yang didominasi oleh lingkungan perairan dengan kadar garam atau salinitas yang tinggi. Dua per tiga luas permukaan bumi terdiri dari ekosistem ini.
  • Ekosistem hutan adalah contoh ekosistem alami yang didominasi oleh pepohonan besar dan keragaman organisme yang tinggi. Ada 2 jenis bioma yang terdapat dalam ekosistem hutan, yaitu bioma hutan hujan tropis dan bioma hutan gugur.
  • Ekosistem sungai adalah contoh ekosistem alami yang didominasi oleh perairan tawar (berkadar garam rendah) yang terus mengalir. Ekosistem ini memiliki kekhasan berupa sedimentasi di setiap dasar substratnya.
  • Ekosistem gunung adalah ekosistem yang terdapat di daerah jauh di atas permukaan laut. Ekosistem ini memiliki iklim yang dingin.
  • Ekosistem air terjun adalah contoh ekosistem alami bersifat lotik yang mengalir dengan sangat deras karena berada pada permukaan dengan elevasi yang sangat curam.
  • Ekosistem gua adalah contoh ekosistem alami yang terbentuk karena rongga dalam pertemuan lempeng batuan bumi. Ekosistem ini identik dengan tempat gelap dan didominasi oleh hewan nokturnal berupa reptil dan kelelawar.

Contoh Ekosistem Buatan
Ekosistem buatan adalah ekosistem yang terbentuk bukan hanya karena kerja alam semata karena dipengaruhi oleh campur tangan manusia. Ekosistem ini memiliki cirikhas berupa keragaman mahluk hidup dan ekologisnya yang cenderung lebih rendah. Berikut ini adalah beberapa contoh ekosistem buatan tersebut:
  • Ekosistem sawah adalah contoh ekosistem buatan yang sengaja dibangun oleh manusia sebagai tempat budidaya tanaman padi. Berbagai organisme penggangu tanaman seperti serangga dan gulma, serta organisme lain hidup di dalamnya dan melakukan interaksi satu sama lain.
  • Ekosistem waduk adalah contoh ekosistem buatan yang sengaja dibangun oleh manusia sebagai sarana penampungan air dari ekosistem sungai. Waduk atau bendungan tergolong ekosistem air tawar dengan habitat lentik, karena airnya yang tidak mengalir.
  • Ekosistem kebun binatang adalah contoh ekosistem yang sengaja dibuat sebagai sarana rekreasi dengan ciri khas berupa banyaknya hewan liar yang dikandangkan.
  • Beberapa contoh ekosistem buatan yang lain misalnya ekosistem taman, ekosistem tanggul, dan ekosistem akuarium.

Nah, itulah beberapa contoh ekosistem alami dan contoh ekosistem buatan yang mungkin bisa membantu kamu untuk lebih memahami tentang apa yang dimaksud dengan ekosistem. 
Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat

Artikel ini bersumber dari http://www.ebiologi.com/2015/06/contoh-ekosistem-alami-dan-buatan.htm (silahkan kunjungi ebiologi.com)

l

Jenis dan Komposisi Lemak

Ada 7 komponen kimiawi yang menyusun terbentuknya sel. Komponen-komponen tersebut antara lain adalah karbohidrat, lemak, protein, asam nukleat, vitamin, mineral dan air. Di antara ketujuh komponen kimiawi sel tersebut, lemak memiliki peranan yang cukup vital bagi terbentuknya beberapa organel sel, terutama membran sel. Selain itu, ia juga berfungsi sebagai pembentuk hormon dan vitamin yang bekerja dalam metabolisme dalam sel. Berikut ini kita akan membahas komponen kimia sel satu ini secara lebih dalam mulai dari fungsinya, jenis, hingga sifat-sifatnya. Silakan disimak!

Fungsi Lemak dalam Komponen Kimia Sel
Lemak atau juga sering disebut lipid merupakan salah satu komponen penting dalam aktivitas metabolisme sel mahluk hidup. Lemak tersusun atas 2 senyawa utama yaitu asam lemak dan gliserol. Sifat utama lemak ialah ia tidak dapat larut dalam air, namun bisa larut dalam pelarut organik, seperti kloroform, eter, dan alkohol.
Komposisi Lemak Farizbaiquni.blogspot.com

Pada sel makhluk hidup, lemak mempunyai beberapa fungsi antara lain sebagai komponen pembentuk membran plasma dan organel sel lainnya, sebagai bahan baku dalam produksi hormon dan vitamin dalam sel, serta sebagai pemicu katalisator metabolisme kerja sel. Pada sel makhluk hidup, lemak dapat ditemukan dalam 3 bentuk yaitu, lemak sederhana, lemak gabungan, atau turunan lemak.

a. Lemak Sederhana
Lemak sederhana dibangun oleh satu gliserol dan tiga asam lemak (trigliserida). Asam lemak penyusun lemak dapat berupa asam lemak jenuh dan asam lemak tak jenuh. 

Asam lemak jenuh rantai hidrokarbonnya mempunyai atom H maksimal. Contoh jenis asam lemak ini misalnya asam stearat dan asam palmitat. Pada asam lemak tak jenuh, jumlah atom H pada rantai hidrokarbon belum maksimal, misalnya dapat ditemukan pada asam oleat dan linoleat. Asam stearat mempunyai 16 gugus CH2, sehingga rumus kimianya adlaah CH3(CH2)16COOH. Dilihat dari rumusnya ini, asam lemak mempunyai gugus metil, rantai hidrokarbon, dan gugusan karboksil.

b. Lemak Gabungan
Lemak gabungan merupakan ester asam lemak yang jika dihidrolisis menghasilkan asam lemak, alkohol, dan zat-zat lain. Lemak gabungan merupakan komponen struktural yang paling penting pada membran sel. Adapun beberapa contoh lemak gabungan antara lain fosfolipid, glikolipid, lipoprotein, dan karotenoid. 
  • Fosfolipid adalah lemak yang mengandung gugus ester fosfat. Sfingolipid adalah contoh fosfolipid yang mengandung alkohol, asam amino, dan ester fosfat. Sfingolipid terdapat pada selubung mielin sel saraf. 
  • Glikolipid adalah lemak yang mengandung molekul karbohidrat dan lipid. Protoplasma hewan mengandung dua jenis glikolipid, yaitu serebrosida dan gangliosida. Serebrosida mengandung asam lemak molekul asam lemak, sfingosin, dan glukosa. Serebrosida adalah komponen lemak yang menyusun sel otak dan selubung mielin. Gangliosida mengandung sfingosin, asam lemak, dan satu atau lebih glukosa, laktosa, galaktosamin, dan asam neurominik. Gangliosida terdapat pada bagian otak yang kelabu dan membran eritrosit.
  • Lipoprotein adalah lemak yang mengandung protein, misalnya kolesterol dengan alfa dan beta globulin.
  • Karotenoid adalah lemak yang merupakan gabungan lipid berpigmen yang terdapat pada sel tumbuhan dan sel hewan. Contohnya hemoglobin (Hb) dan klorofil.

c. Turunan Lemak
Steroid merupakan senyawa turunan lemak dengan rantai hidrokarbon berbentuk cincin (siklik). Steroid terdapat pada protoplasma sel hewan, yaitu hormon kelamin (progesteron, testosteron), vitamin D, kolesterol, dan estradiol.

Nah, itulah pembahasan sekilas mengenai fungsi dan klasifikasi lemak sebagai salah satu komponen kimia sel. Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas tentang komponen kimiawi sel lainnya yaitu protein dan asam nukleat.

Terima Kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat
Artikel ini bersumber dari : http://www.ebiologi.com/2016/02/fungsi-lemak-dalam-komponen-kimia-sel.html (silahkan kunjungi ebiologi.com)